Motivasi Mendorong Jiwa


Tantangan kepemimpinan adalah:
tampil kuat tanpa harus kasar,
ramah tapi tidak lemah,
tegas tanpa menggertak,
bijaksana tanpa kompromistis,
rendah hati tanpa jadi penakut,
percaya diri tetapi tidak arogan,
punya rasa humor tanpa terlihat bodoh.
(Jim Rohn, penulis dan pembicara motivasi)

Feminisme terutama adalah sebuah budaya yang mengutamakan kelembutan, kedamaian, persuasi, dan negosiasi dalam memecahkan masalah.
Secara diametral maskulinisme ialah budaya yang menonjolkan kekasaran dan kekerasan yang dalam bentuk ekstremnya tampil sebagai militerisme, fasisme, premanisme dan otoriterisme.
Jadi, feminisme adalah faktor penyeimbang terhadap maskulinisme untuk menciptakan kesetimbangan baru sehingga tidak terlalu jantan, terutama di dalam dan melalui kepemimpinan, sehingga budaya hidup yang lebih halus dan menyejukkan dapat segera tercipta.
Dalam artian ini pemimpin berkelamin pria pun bisa memperkuat jiwa femininnya dengan belajar menjadi lebih lembut, penyayang, memecahkan masalah dengan dialog dan negosiasi, serta lebih cerdas secara emosional seperti dalam sejarah telah dicontohkan oleh Siddharta Gautama dan Mahatma Gandhi.


Sikap terbuka membuat kita mampu menerima ide-ide baru, ilmu-ilmu baru, dan pengertian-pengertian baru.
Tapi jangan terlalu bablas terbuka supaya kita masih mungkin membuat sintesa dari pertemuan sejumlah ide-ide yang berlainan.
Kita juga harus kritis, artinya mampu mempertanyakan apa saja yang memasuki alam pikiran kita.
Tapi jangan terlalu kritis yang membuat kita jadi tertutup, kaku, dan merasa benar sendiri,
yang pas adalah terbuka dan kritis.


Manusia sebagai makhluk moral yang mendiami ruang spiritual ditandai dengan kemampuannya memahami, merasakan, dan memberi respon terhadap fakta-fakta moral.
Fakta-fakta moral ini dapat kita pahami melalui sebuah fakultas yang disebut kesadaran moral.
Ciri utama manusia moral ialah kemampuannya untuk bertindak berdasarkan prinsip-prinsip moral, bukan oleh emosi atau naluri.
Misalnya, prinsip moral ini: kita berpuasa karena Allah! Meskipun berpuasa mengabaikan kebutuhan biologis dengan menahan lapar dan haus, namun kemampuan berpuasa yang mengambil kekuaran dari ranah spiritual itu, sekaligus menunjukkan identitasnya sebagai manusia moral dan mendemonstrasikan ketangguhan moralnya.
Ketangguhan moral dan karakter yang berkembang menuju keilahian, ditingkat kerja, menghasilkan kinerja-kinerja berskala dunia atau sukses berskala peradaban.
Motivasi cinta menghasilkan Taj Mahal,
motivasi ibadah melahirkan Borobudur,
motivasi untuk mengerti pikiran Tuhan menghasilkan Teori Relativitas,
apakah yang ingin Anda hasilkan hari ini?

Motivasi amat penting, bukan saja dalam rangka meraih prestasi dan membangun reputasi, tetapi lebih penting lagi: demi hidup itu sendiri.
Hidup tanpa motivasi adalah ibarat zombie yang dingin nirgairah.. Sedangkan hidup separo motivasi bagaikan kerakap tumbuh di batu yang hidup segan mati tak sudi.
Akan tetapi hidup penuh gairah dengan motivasi yang intensif sesungguhnya itulah hidup yang sejati, asli dan otentik
 Tantangan kepemimpinan adalah:
tampil kuat tanpa harus kasar,
ramah tapi tidak lemah,
tegas tanpa menggertak,
bijaksana tanpa kompromistis,
rendah hati tanpa jadi penakut,
percaya diri tetapi tidak arogan,
punya rasa humor tanpa terlihat bodoh.
(Jim Rohn, penulis dan pembicara motivasi)

Intimidasi vs. Negosiasi
Bom adalah bahasa teroris. Kaum teroris memang tidak mengenal kata negosiasi dalam memburu maunya.
Bung Karno dulu pernah dilempari granat saat berada di sekolah Cikini, Jakarta.
Mengapa ia dibom?
Para pelempar granat itu cemas melihat Soekarno makin dekat dengan kelompok komunis.
Mengapa mengancam dengan granat? Tidak bisakah dialog, negosiasi, atau musyawarah?
Tampaknya, kemampuan komunikasi sosial itulah yang sudah tumpul. Maka bom pun digunakan sebagai sarana komunikasi yang telah buntu.
Ke depan kemahiran berkomunikasi secara multi dimensional semakin diperlukan oleh para pemimpin.
Ketrampilan itu terutama berdiskusi dan berdialog semakin penting diselenggarakan agar aspirasi dan kepentingan yang berbeda-beda dapat dijembatani dengan elegan dan bermartabat

 Anak Dibesarkan Dari Kehidupan
Jika anak dibesarkan dengan celaan, ia belajar memaki
Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, ia belajar berkelahi
Jika anak dibesarkan dengan cemoohan, ia belajar rendah diri
Jika anak dibesarkan dengan hinaan, ia belajar menyesali diri
Jika anak dibesarkan dengan toleransi, ia belajar menahan diri
Jika anak dibesarkan dengan dorongan, ia belajar percaya diri
Jika anak dibesarkan dengan pujian, ia belajar menghargai
Jika anak dibesarkan dengan sebaik-baik perlakuan, ia belajar keadilan
Jika anak dibesarkan dengan rasa aman, ia belajar kepercayaan
Jika anak dibesarkan dengan dukungan, ia belajar menyenangi diri
Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan, ia belajar
menemukan cinta dalam kehidupan.
( Dorothy Law Nolte, Children Learn What They Live )

 Bagaimana kita bekerja lebih cerdas dalam situasi yang semakin sarat komputasi-informasi-otomasi ini, sbg satu fitur dunia kerja abad 21 yang penting ini. Marilah bergabung.

Pemimpin itu melayani, kekuasaan itu untuk melayani rakyatnya! #PemimpinKredibelPemimpinVisioner

Di Indonesia menuju 2045, bonus demografi Indonesia, prospek ekonomi, peran korporasi, enterpreunership :: pada tingkat perilaku bisnis diperlukan etos baru yang profesional.

Kini disebut orang era ilmu-pengetahuan, yang mestinya melahirkan banyak knowledge-preneur dan techno-preneur. Tapi di negeriku kenapa lebih banyak corrupt-preneur?

4 Etos yg diperlukan di Indonesia: Etos Politik, Etos Birokrasi, Etos Ekonomi dan dan Etos Pendidikan

Curigalah pada apa saja yang terlalu indah, terlalu muluk, atau terlalu gampang. Biasanya, di belakangnya pasti ada penipuan, atau kalau tidak, sebuah kebodohan besar.
Ketahuilah, hidup ini pada dasarnya susah dan memerlukan perjuangan keras. Namun kesusahannya itu terasa enteng jika Anda menerima kenyataan bahwa hidup ini memang susah.
Jangan percaya pada keajaiban buatan manusia. Soal mukjizat, hanya Tuhan yang bisa!

Tidak ada organisasi yang bisa bertahan jika pemimpinnya harus orang jenius atau manusia super.
Sebuah organisasi harus bisa dikelola dengan cara-cara yang bisa dilakukan oleh manusia biasa.
(Peter F. Drucker, Bapak Manajemen Abad 20)

Kita jarang sadar bahwa Tuhan hadir di ruang kerja kita. Lebih tidak sadar lagi, bahwa Tuhan sebenarnya menghargai pekerjaan kita.
Ini persoalan kesadaran.
Sebab jika kita sadar, saya yakin kita pasti sangat bangga, pasti penuh semangat, berusaha berbuat yang terbaik, sehingga menghasilkan karya terbaik

Dalam dimensi yang berbeda, uang memang berwatak narkotik: ia menjanjikan pembebasan dari banyak masalah; dan pada saat yang sama menjanjikan sorga dan nirwana.
Apabila orang mengonsumsinya dalam takaran overdosis baginya, kepribadiannya bisa berubah drastis.
Begitulah banyak kita saksikan kisah-kisah lucu terjadi pada orang-orang kaya baru atau yang tiba-tiba berkuasa

0 Response to "Motivasi Mendorong Jiwa "

Posting Komentar